Laman

Senin, 19 Desember 2011

pengertian & ciri-ciri wirausaha



Pengertian wirausaha 

Wirausaha adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat dan mengambil keuntungan dalam rangka meraih sukses.

1.   Definisi wirausahawan ( entrepreneur )
adalah orang yang berbakat dalam menilai nilai jual sebuah produk, sehingga dia mau membeli barang tersebut meskipun belum tau berapa nanti harga barang tersebut dapat terjual. Wirausahawan berani mengambil resiko ini karena dia sudah berpengalaman dalam bidang pengolahan produk, menentukan nilai jual sampai melakukan inovasi agar barang tersebut memiliki nilai jual tinggi.

Wirausahawan menciptakan sebuah bisnis baru dalam menghadapi risiko dan ketidakpastian untuk tujuan mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan mengidentifikasi peluang signifikan dan sumber daya yang diperlukan. Kamus Besar Bahasa Indonesi (KBBI) mendefinisikan wirausahawan sebagai "orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menyusun cara baru dalam berproduksi, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, mengatur permodalan operasinya, serta memasarkannya.

Sedangkan, Louis Jacques Filion menggambarkan wirausahawan sebagai orang yang imajinatif, yang ditandai dengan kemampuannya dalam menetapkan sasaran serta dapat mencapai sasaran-sasaran itu. Ia juga memiliki kesadaran tinggi untuk menemukan peluang-peluang dan membuat keputusan. Persamaannya dari pengertian - pengertian tersebut yaitu wirausahawan memiliki dan mampu berpikir kreatif-imajinatif, melihat peluang dan membuat bisnis baru. Seorang wirausahawan adalah seorang manajer, tetapi melakukan kegiatan tambahan yang tidak dilakukan semua manajer. Manajer bekerja dalam hierarki manajemen yang lebih formal, dengan kewenangan dan tanggung jawab yang didefinisikan secara jelas sedangkan pengusaha menggunakan jaringan daripada dari kewenangan formal.

Pengertian lainnya menyebutkan kewirausahaan adalah proses menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan kegiatan disertai modal dan resiko serta menerima balas jasa dan kepuasan serta kebebasan pribadi.




2.   Wirausaha menurut beberapa tokoh       

a.   Raymond (1995) mendefinisikan: “wirausaha adalah orang yang kreatif dan inovatif serta mampu mewujudkannya untuk meningkatkan kesejahteraan diri, masyarakat dan lingkungan.”
b.   Kasmir (2006) mendefinisikan: “wirausaha adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan.”
c.   Arif F. Hadipranata mendefinisikan: “wirausaha adalah sosok pengambil risiko yang diperlukan untuk mengatur dan mengelola bisnis serta menerima keuntungan financial ataupun non uang.”
d.   Kathleen mendefinisikan: “wirausaha adalah orang yang mengatur, menjalankan, dan menanggung risiko bagi pekerjaan-pekerjaan yang dilakukannya dalam dunia usaha.”
e.   Joseph C. Schumpeter mendefinisikan: “wirausaha adalah seseorang yang mampu menghancurkan keseimbangan pasar dan kemudian membentuk keseimbangan pasar yang baru dan mengambil keuntungan-keuntungan atas perubahan tersebut.
f.    Raymond W.Y KAO mendefinisikan: “wirausaha adalah orang yang mampu merancang suatu gagasan menjadi realita.”
g.   Richard Cantillon mendefinisikan: “wirausaha adalah seseorang yang mampu memindahkan atau mengkonversikan sumber-sumber daya ekonomis dari tingkat produktivitas yang lebih tinggi.”
h.   Schumpeter mendefinisikan: “wirausaha adalah investor yang tidak selalu menjadi investor (penemu).”
i.     Syamsudin Suryana mendefinisikan: “wirausaha adalah seseorang yang memiliki karakteristik percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil, pengambilan resiko yang wajar, kepemimpinan yang lugas, kreatif menghasilkan inovasi serta berorientasi pada masa depan. ”
j.     Prawirokusumo mendefinisikan: “wirausaha adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan mengembangkan ide dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang perbaikan hidup.”

3.   Kewirausahaan menurut para ahli

a. Salim Siagian (1999) mendefinisikan: “Kewirausahaan adalah semangat, perilaku, dan kemampuan untuk memberikan tanggapan yang positif terhadap peluang memperoleh keuntungan untuk diri sendiri dan atau pelayanan yang lebih baik pada pelanggan/masyarakat; dengan selalu berusaha mencari dan melayani langganan lebih banyak dan lebih baik, serta menciptakan dan menyediakan produk yang lebih bermanfaat dan menerapkan cara kerja yang lebih efisien, melalui keberanian mengambil resiko, kreativitas dan inovasi serta kemampuan manajemen.”
b.   Achmad Sanusi (1994) mendefinisikan: “Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis.”
c. Drucker (1959) mendefinisikan: “Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan yang baru dan berbeda (ability to create the new and different).”
d. Zimmerer (1996) mendefinisikan: “Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan”

e. Soeharto Prawiro (1997) mendefinisikan: Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth)

Para wirausahawan adalah orang-orang yang mengetahui bagaimana menentukan keputusan dalam pekerjaan dan bagga terhadap prestasinya.
Seseorang wirausahawan atau entrepreneur harus memiliki dorongan yang kuat untuk mencapai keberhasilan.

Pada abad ke-20, konotasi dari entrepreneur yang berarti innovator mulai dikenal. Inovasi adalah kegiatan memperkenalkan sesuatu yang baru, yang merupakan tugas seseorang entrepreneur sebagai sebuah proses dinamis dalam meningkatkan kesejahteraan.

Perkembangan definisi mengarahkan pada definisi baru “perilaku berpikir strategis dan pengambilan resiko yang dilakukan oleh individu maupun organisasi”. Definisi ini memberikan penjelasan bahwa definisi entrepreneur adalah indivisu yang mengambil segala resiko untuk mengejar dan menjangkau peluang serta situasi yang berbeda dengan kemungkinan kegagalan dan ancaman serta hambatan.

Pada Negara yang berkembang, motivasi menguasai bisnis sangat penting untuk menunjang daya saing yang kompetitif. Setelah itu, barulah kemudian menumbuhkan motivasi yang berkumpul, yaitu keinginan untuk saling berbagi informasi melalui kelompok-kelompok tertentu agar timbul peluang dan kesempatan dalam berusaha. Agar peluang tersebut terlaksana, harus dibangun kehausan akan prestasi, diantaranya, menggerakkan diri sendiri sehingga timbul keinginan untuk berwirausaha.

Menurut Gede Pratama, ada beberapa sifat dasar yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha diantaranya :
1.                 Wirausaha adalah seorang pencipta perubahan (the change creator)
2.                 Wirausaha selalu melihat perbedaan sebagai peluang
3.                 Wirausaha selalu bereksperimen dengan pembaharuan
4.                 Wirausaha adalah seorang pakar tentang dirinya
5.                 Wirausaha melihat pengetahuan dan pengalaman hanyalah alat untuk memacu kreativitas
6.                 Wirausaha berani memaksa diri untuk menjadi pelayan bagi orang lain






Cirri-ciri Wirausaha :

1.     Fokus yang terkendali
Menjalankan suatu usaha dengan fokus dan dapat mengendalikan usaha yang dijalankan.
2.     Berfikir secara teliti
Wirausaha harus telititi dalam mengelola usahanya.
3.     Jujur dan bertanggung jawab
Seorang pengusaha harus jujur dan memiliki rasa tangung jawab bila ingin usahanya berjalan dengan lancer.
4.     Kebutuhan akan prestasi
Seorang pengusaha mengharapkan prestasi atas usahanya.
5.     Percaya diri
Harus memiliki rasa percaya diri dalam mengelola usaha agar usaha yang dijalankan dapat berjalan dengan lancer.
6.     Berorientasi terhadap masa depan
Seorang wirausaha harus memikirkan kelangsungan usahanya untuk 5-10 th kedepan.
7.     Berorientasi pada tugas dan hasil
Kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energetik dan inisiatif.
8.     Kepemimpinan
Perilaku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain, menanggapi saran-saran dan kritik.
9.     Dapat berkomonikasi dengan baik
Harus bias berkomunikasi dengan karyawan dan rekan bisnisnya.
10. Berpikir kreatif dan inovatif
wirausaha harus bias menemukan cara baru dalam mengelola usaha.
Contoh: melakukan perubahan melalui penemuan-penemuan baru.
11. Berani menanggung segala resiko
Siap menerima resiko akan usaha yang dijalankan apakah mengalami keberhasilan atau kegagalan.
12. Tidak lekas puas dengan hasil yang dicapai.
Wirausaha harus selalu meningkatkan hasil usaha yang telah dicapai.
13. Bersyukur kepada Tuhan YME.

Ciri dan Kemampuan Wirausaha Tangguh

1) Berpikir dan bertindak strategik, adaptif terhadap perubahan dalam berusaha mencari peluang keuntungan termasuk yang mengandung resiko agak besar dan dalam mengatasi masalah.
2) Selalu berusaha untuk mendapat keuntungan melalui berbagai keunggulan dalam memuaskan langganan.
3) Berusaha mengenal dan mengendalikan kekuatan dan kelemahan perusahaan (dan pengusahanya) serta meningkatkan kemampuan dengan sistem pengendalian intern.
4) Selalu berusaha meningkatkan kemampuan dan ketangguhan perusahaan terutama dengan pembinaan motivasi dan semangat kerja serta pemupukan permodalan.

Pendapat oleh Suparman Sumahamidjaya yang dikutip oleh Danuhardimedjo tentang wirausaha sbb :

1. Mempunyai keberanian untuk mengambil risiko dalam menjalankan tugasnya untuk mengejar keuntungan yang merupakan imbalan dari karyanya.
2. Mempunyai daya kreasi, imajinasi, dan kemampuan yang sangat tinggi untuk menyesuaikan diri dengan keadaan.
3. Mempunyai semangat dan kemauan untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi.
4. Selalu mengutamakan efisiensi dan penghematan-penghematan biaya operasi perusahaan.
5. Mempunyai kemauan untuk menarik bawahan atau teman/partner usaha yang mempunyai kemauan tinggi.
6. Mempunyai analisis yang tepat, sistematis, dan metodologis.
7. Tidak konsumtif, selalu menanamkan kembali keuntungan yang diperoleh untuk memperluas usaha yang sudah ada atau menanamkannya pada usaha-usaha yang baru.
8. Mempunyai kemauan yang tinggi dalam menilai kesempatan yang ada, dan membawa teknik-teknik baru dalam mengorganisasikan usahausahanya secara tepat guna dan efisien.
9. Tekun penuh kesanggupan dan tidak lekas putus asa.
10. Yakin akan hari depan yang penuh keberhasilan dan kegemilangan
11. Tidak menutup diri terhadap kemajuan sekitarnya.
12. Fleksibel dan cekatan serta cukup informatif dalam menghadapi partner dan saingan-saingannya.

Karakteristik wirausaha sebagai berikut :
a.     Harus agresif,
b.     Harus berorientasi pada tujuan,
c.     Harus percaya diri,
d.     Mampu membuat keputusan,
e.     Harus menjadi pengejar keberhasilan sejak usia dini,
f.       Menempatkan keluarga dan sahabat urutan kedua pada bisnis,
g.     Harus menjadi seorang opportunist,
h.     Harus kukuh,
i.        Bertujuan,
j.        Harus optimis,
k.     Memiliki hasrat untuk berprestasi,
l.        Harus memiliki mental yang kuat,
m.   Harus menjadi pengambil risiko dengan penuh perhitungan,
n.     Belajar dari kesalahan sebelumnya,

Dalam beberapa sumber, kewirausahaan juga telah ditandai sebagai interaksi antara sejumlah kemampuan sebagai berikut: pengendalian diri, penyusunan perencanaan dan penetapan tujuan, pengambilan risiko, inovasi, penggunaan umpan balik, pengambilan keputusan, hubungan antarmanusia, dan tidak tergantung.
 Selain itu, hampir semua orang punya keyakinan bahwa seseorang wirausaha yang berhasil adalah mereka yang tidak takut berhadapan dengan kegagalan.

Para wirausahawan wajib menguasai teknologi bila ingin memulai usahanya dengan modal maupun jaringan yang terbatas. Dengan memanfaatkan teknologi, biaya operasional bisa ditekan sampai mengoperasikan kantor dari telapak tangan saja melalui telepon genggam.

"Selama ini, untuk mendapatkan masukan mengenai bisnis, aspek hukum, hingga teknologi, membutuhkan biaya maupun koneksi pribad i yang kadang tidak dimiliki semua orang. Salah mengambil keputusan dalam berwirausaha adalah penyebab utama mereka gagal pada tahun pertama,"

Dengan demikian, lanjutnya, teknologi harus menjadi pendukung utama bagi seorang wirausaha.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar